Selasa, 09 Agustus 2022

ENDANG KALIMASADA -TAK SEKADAR TEPUNG

 


Biografi Tepung

TAK SEKADAR ULANG TAHUN

 

Judul buku         : Biografi Tepung

     (Bunga Rampai Puisi)

Penulis                : Bagus Putu Parto, dkk.

Penerbit              : CV Delima Sidoarjo

Cetakan              : I, Oktober 2021

Tebal                  : xxii+116 halaman

ISBN                  : 978-623-96145-2-2

Peresensi            : Aming Aminoedhin

 

 

            Bukunya dikemas  hardcover warna dominan hitam yang mewah, bergambar wajah perempuan berkacamata itu, memang berisi 50 penulis sastra berbagai daerah di Indonesia. Buku dicetak dalam rangka ulang tahun ke-50-nya, Endang Kalimasada, pemilik Pabrik Roti Kalimasada Cookies di Blitar. Wajah berkacamata di cover buku itu wajahnya Endang Kalimasada yang sedang berulang tahun pada 17 Juli 2021 ini.

            Dalam mengantar buku di kolom salam, bertajuk Kado Istimewa, Bagus Putu Parto, sang suami menuliskan, ”Buku ini menjadi Kado Istimewa, ketika di tengah pandemi kami tidak bisa merayakan pesta Usia Emas Endang Kalimasada. Buku ini adalah kado yang cerdas dan berusia panjang.”

            Para penulis puisi yang ikut berbaris menuliskan kado puisi bagi Endang Kalimasada, antara lain: Agus Sighro Budiono, Alek Subairi, Aming Aminoedhin, Bambang Widyatmoko, Beni Setia, D. Zawawi Imron, Denting Kemuning, Djoko Saryono, Suharmono K,  Herry Lamongan, Heru Mugiarso, Jil Kalaran, Kusprihyanto Namma, M. Shoim Anwar, Suejo, Tengsoe Tjahjono, Sirikit Syah, Wina Bojonegoro, Syaf Anton, Tjahjono Widijanto, Wijang Wharek AM, Yusri Fajar, Widi Suharto, Hidayat Raharja, dan banyak lagi. Di samping Bagus Putu Parto, sang suami juga menuliskan puisinya Pengantin Senja. Sebagian lariknya berbunyi: Lima puluh tahun sudah usiamu//dan separo hidupmu bersamaku//Kita tak lagi bercinta di bwah lampu 5 watt, dan sekarang//Pohon rambutan yang kita tanam menjadi saksi//keabadian cinta//Asoy!

             Dalam buku ini juga termuat esai tulisan dari jurnalis yaitu Budi Palopo dan Tohir Patigeni, yang mengurai jelaskan perjalanan sosok Endang Kalimasada, di bagian akhir buku.

            Sedangkan pemberi ulasan buku adalah Dr.Sutejo, S.Sc, dosen yang berdomisili Ponorogo. Tulisannya antara lain mengatakan,”Lahirnya buku puisi ini, Biografi Tepung; Bunga Rampai Puisi sesungguhnya sebuah misi habituasi dalam nafas dan gerak kebudayaan pemilik Rumah Budaya Kalimasada: Kang Mas Bagus dan Mbak Endang. Sebuah tanda estetis sebagai upaya pribumisasi sastrawi dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Tak saja bagi orang lain, tetapi juga mimpi indah bagi anak cucu.”

            Pada bagian lain Dr. Sutejo lulusan Unesa ini, juga mengatakan bahwa,”Beragam ekspresi, pengucapan, dan pilihan diksi yang ditampilkan 50 penyair adalah serenada tembang rasa. Meskipun kadang terlihat sederhana dalam berpuisi, tetapi….dst.”

            Membaca keseluruhan puisi-puisi yang termuat, banyak ditemukan diksi: roti, tepung, kue, cookies, endang kalimasada, pohon rambutan, rumah budaya kalimasada, yang mana ini merupakan diksi yang tak jauh dari nama Endang Kalimasada yang sedang berulang tahun itu.

Semoga saja barokah dalam hidup dan kehidupan keluarganya, sebab adalah unik sekali jika ulang tahun berkado istimewa buku puisi. Hal ini, sejalan dengan gerakan literasi yang kini sedang masyarakat pembelajar Indonesia.

            Mari  kita perlu sambut gembira atas terbitan buku ini. Semoga bisa jadi buku referensi dan inspirasi orang lain, untuk juga membuat buku serupa pada saat ulang tahun. Buku Biografi Tepung ini, memang bukan sekadar ulang tahun. Selamat ultah, semoga berkah!

 

                Mojokerto, 10 Oktober2021

 

Tidak ada komentar: