Jumat, 12 September 2008

biodata m. har harijadi

BIODATA PENYAIR NGAWI
M. HAR HARIJADI
  • Prolog:
  • Tulisan ini saya posting dalam rangka mengenang M. Har Harijadi yang setahun yang lalu, tepatnya juga pada bulan Ramadhan 1428-H, pas tanggal 27 September 2007, telah dipanggil oleh Allah SWT. Semoga segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan semoga pula isteri dan anak-anaknya tetap tabah, tetap iman dan selalu taqwa kepada Allah SWT. Amin.
  • Dalam waktu dekat ini, saya berencana menerbitkan kumpulan puisi "TRILOGI TANAH" yang diimpikan oleh almarhum M. Har Harijadi. Hanya saja, dananya masih dicari-carikan. Siapa yang mau ikut menyumbangkan dananya guna penerbitan buku ini? Silakan kontak aming aminoedhin via email amri.mira@gmail.com Mumpung bulan Ramadhan, ayo banyak-banyaklah infaq, termasuk infaq buat dunia sastra!


Latar Belakang Keluarga
M. Har Harijadi, adalah nama penulis dari nama asli Mohammad Harijadi Munawari. Lahir di Ngawi, 5 Juli 1951. Meninggal dunia pada 27 September 2007 (pas bulan Ramadhan tahunlalu). Ayahnya seorang guru agama Islam di sebuah SMPN, ibunya pun juga seorang guru SDN Ronggowarsito 2 Ngawi. Ayahnya bernama A.H. Aminoedhin (lahir tahun 1918), sementara ibunya bernama Soeparijem (lahir tahun 1925). . Har Harijadi adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Dari kedelapan saudara ini, adiknya nomor tiga, bernama Aming Aminoedhin, juga seorang penulis, utamanya menulis puisi. Begitu pula adiknya nomor dua, bernama Yulia Amirulfata (samaran: Lia Aminoedhin), juga seorang penulis puisi (tidak diteruskan karena sudah disibukkan jadi guru SMP di Yogya dan bersuami). Sedangkan dua adiknya perempuan, Ummi Hanifah Hariyani (samaran: Yani Aminoedhin) dan Ummi Mukharomah Hariyanti (guru SMAN 2 Ngawi), sebenarnya juga menulis; hanya saja tidak diteruskan bakat menulisnya, karena sibuk pekerjaan dan rumah tangga.


Bakat menulis Harijadi, menurut pengakuannya karena lingkungan banyak seniman yang menulis, seperti Mh. Iskan, Wahab Asyari, Salimoel Amien, dan banyak lagi. Termasuk pula di antaranya, pamannya seorang sastrawan yang merupakan salah satu tokoh Angkatan ’66 versi HB Jassin, bernama M. Alwan Tafsiri.
Istrinya bernama Ismijati. Seorang karyawan Pemda Kabupaten Ngawi, kelahiran Ngawi, 4 Juli 1958. Bersama istrinya, ia mempunyai 3 anak, yaitu Alif Aulia Ananda (Ngawi, 14-5-1984, laki-laki), Bernas Kurnia Kanthi Inayati (Ngawi, 16-11-1985, perempuan), Cipta Nur Asa (Ngawi, 25-01-1988, laki-laki). Ketiga anaknya kini kuliah di Universitas Gajah Mada. M. Har Harjadi, bersama keluarganya beralamat di Gang Melati, Kauman, Ngawi.

Latar Belakang PendidikanPendidikan yang pernah ditempuh M. Har Harijadi, SDN Ronggowarsito Ngawi (lulus 1963), SMPN 1 Ngawi (lulus 1966), SMAN Ngawi, Jurusan Pasti Alam (lulus 1969). Selepas pendidikan SD dan SMA, ia melanjutkan ke IKIP Cabang Madiun Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, tidak dirampungkan. Sewaktu bekerja di Pemda Kabupaten Ngawi, Harijadi diberi tugas belajar ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang (1981).

Latar Belakang PekerjaanPernah bekerja sebagai wartawan di koran Suara Merdeka Semarang, dari tahun 1973 hingga 1977, sambil banyak menulis cerita pendek dan puisi, serta penyiar radio swasta di Ngawi.
Menjadi PNS di Kantor Pemda Kabupaten Ngawi, yang kemudian mendapatkan tugas belajar di APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) Malang, lulus tahun 1981. Selepas lulus APDN, Harijadi pernah menjabat sebagai kepala kantor Kecamatan Sine, kemudian jadi Mantri Polisi di Kecamatan Ngawi. Pernah juga sebagai Kepala Sub Bagian Humas Pemda Kabupaten Ngawi, Kepala Sub Bagian Diklat, dan Kasubdin di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kabupaten Ngawi.
Dalam bidang seni dan budaya, M. Har Harijadi, pernah jadi koordinator pentas Teater Persada Ngawi di Festival Drama se Jatim di Surabaya (1983), pentas Monolog Mh. Iskan di Surabaya (2005). Organisasi yang pernah diikuti antara lain: Pelajar Islam Indonesia (PII) Ngawi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Madiun, AMPI dan KNPI di Ngawi. Pada awalnya, ia menulis puisi, dan kemudian cerita pendek. Selanjutnya menjadi wartawan dengan menulis berita-berita. Selepas itu, M. Har Harijadi, banyak menulis artikel dan menulis cerita anak.

Latar Belakang Kesastraan
Dalam hal latar belakang kesastraan ini, M. Har Harijadi, selain lingkungan komunitas yang sangat mendukung, karena banyak yang membaca dan menulis, juga karena aktivitas di beberapa organisasi, antara lain: PII, HMI, Remaja Masjid, AMPI dan KNPI.
Naskah karya sastra M. Har Harijadi yang pertama kali termuat di Koran Berkala Adil Solo, yaitu cerita remaja berjudul ‘Seorang Guru’ dengan tanpa diberi honorarium.
Motivasi dalam menulis karya sastra adalah guna menghidupkan perasaan, utamanya banyak teman-teman juga sebagai penulis. Bahkah serasa ‘gatal’ jika saya tidak menulis karya sastra. Sedangkan kemampuan menulis sastra, lebih banyak otodidak dan banyak membaca, utamanya karya sastra. Genre sastra yang ditulis Harijadi adalah puisi, cerpen, artikel, dan cerita anak.
Naskah puisinya banyak dimuat di koran Surabaya Post, Suara Merdeka, Sinar Harapan, Adil, Masa Kini, Mercu Suar, Memorandum, Bhirawa, dan Suara Karya. Sedangkan majalahnya adalah: Gadis dan Midi. Naskah cerpennya termuat di Bhirawa, Mercu Suar, Masa Kini, dan Adil. Naskah cerita anaknya termua di: Majalah Bobo, Ananda, Hopla, dan Surabaya Post. Sementara itu artikelnya banyak dimuat di Kompas, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Memorandum, Berita Yudha, dan koran-koran lokal lainnya. Kumpulan puisi bersama rekan-rekan Teater Persada Ngawi, bertajuk ‘Tanah Persada’, ‘Tanah Kapur’, dan ‘Tanah Rengkah’. Lantas ‘Kota Tercinta’ kumpulan puisi sastrawan kota Ngawi (2003).
Berbicara soal proses kreatif, biasanya terpicu oleh peristiwa sesaat/kesan sebentar yang mengharukan lalu dibuat/diproses jadi karya sastra, bisa berupa puisi maupun cerita pendek. Apabila dalam menulis sastra dipaksakan, ternyata secara kualitas terasa tidak baik, dan kurang lancar dalam penulisannya. Seringkali saya mencatat dulu dalam draft awal, sebagai master/babon penulisan karya sastra.
Seperti telah dijelaskan terdahulu, bahwa Harijadi, punya pengalaman di bidang penulisan dan dunia sastra, antara lain: pernah jadi wartawan Suara Merdeka, Surabaya Post, Berita Yudha, dsb. Pengalaman lain adlah berkali-kali jadi juri lomba baca puisi, lomba mengarang, dan lomba pidato di kabupaten Ngawi.
Menulis sastra menurutnya harus sampai akhir hayat, karena menulis berarti juga beribadah dalam hidup dan kehidupan manusia. Menurutnya pula, bahwa sastra Indonesia haruslah lebih semarak, jika mungkin bisa mendunia, atau stidaknya membenua. Setidaknya se Asia Tenggara. Semua ini bisa terjadi bila ada perhatian dari pihak pemodal, Pemerintah, para pejabat, para ulama, serta para sastrawan yang lebih senior lainnya.

Contoh puisi-puisi M. Har Harijadi
SEPANJANG JALAN JENDRAL SUDIRMAN
kuseret dukaku sepanjang jalan sudirman
siang hari yang terik dan menancap jarum-jarum
matahari
pada punggung yang bersarang capekku
dan rambutku yang semakin coklat

kubawa gelisahku setiap hari menumbuki debu kota
walau penat setiap saat menghampir
baju dan celana lusuh menua
serta sepatu yang kian pikun

kuturuti resahku lewat emperan cina
dengan irama-irama sedih gerakan kaki
wajah yang kupaksakan berseri
meski saku tiada sedikitpun berisi

kujalani hidupku menembusi hiruk pikuk kota
kendati nasib tiada sekali membuka mata
namun demikian satu tidak lebih dari pinta
semoga segalanya tiada sia-sia

Ngawi-Madiun, 1970

M. Har Harijadi
ANAK-ANAK KECIL DI MESJID
Sudah berapa jauhkah waktu tertinggal
Tak bisa banyak aku kenangkan
Hari-hari hingga tahun ke tahun
Terasa telah beberapa kurun

Bayangan guru ngajiku sudah luntur
Barangkali jejak hidupku masih ngawur
Apa waktu senggangku kian nihil tepekur
Hanya menuruti sistem jalur-jalur

Sedang kini tuntutan tak pernah berkurang
Harapan-harapan masih akan panjang
Saat seperti ini semakin menerawang
Ternyata nostalgia tak hilang-hilang

Malang, 1978
M. Har Harijadi
LAILATUL QODAR
Aku masih tetap rahasia bagaikan sukma
Siapa yang menduga?
Gemilang langit yang senyap
Dingin yang hangat mengentalkan semangat

Masih tergubal pada alunan sunyi
Seluas rakhmatMu di malam yang tersaji
Bersenandung bumi meluruskan sepoi
Hanya padaMu diam yang abadi temaram

Mei, 1987

2 komentar:

Samsul mengatakan...

Beliau pernah menjadi atasan saya di BKD, beliau seseorang yang berpengetahuan luas dan kebapakan. Saya kagum terhadap beliau.

aming aminoedhin mengatakan...

cacakku memang begitu, orangnya sabar, dan banyak bacaannya. saya ini lagi bingung cari dana buat nerbitkan buku 'trilogi tanah'nya, barangkali orang-orang ngawi, bisa ngebantu dana atas terbitnya buku ini. urunan yuk agar bukunya bisa terbit! ayo siapa yang mau urun!
thanks cak samsul ats kunjungannya.
salam buat negeri indah, tanah kapur yang tanah rengkah, ngawi nan indah!