SAJAK-SAJAK: HERRY LAMONGAN
MAGHRIB MEMBASUH JALANAN
Maghrib membasuh jalanan
tanpa gempa
Dedaun kuncup pelan-pelan
Ibu menunggu
bersuluh butiran tasbih di tangan
sehabis sembahyang
Hujan tak hadir ke lambung
Januari petang ini
Sisa gerimis kemarin
pada lubang-lubang sajak sekitab rinduku,
menimbun ucap separuh gelap
pasang surut kalam Ilahi
Di Padepokan Ibunda
aku rampungkan jam,
Rukuk sujud azali
mengatup liang luka tubuh usia
: pilihan kekasih
(2023)
DATA-DATA MELAMBAT
sebelum petang sempurna
izinkan lirik gerimis padat
menyaji wedang kopi di meja panjang
sekadar memperhangat penat jiwamu
sebab data-data melambat sepanjang peristiwa
semacam kisah kasih hiruk pikuk
diayun keruh air dalam kepala
gairah waktu longsor pelan-pelan
di nyala tungku
aku labuhkan duka tubuh jam
ke detik-detik hening dendang kupu-kupu
sajak-sajak sendiri
singgah di pelepah suwung
mewirid cahaya
merapal ayat-ayat langit pedalaman jiwa
(2024)
Herry
Lamongan
Lahir di Bondowoso, 8 Mei 1959. Nama aslinya Djuhaeri. Mulai menulis tahun 1983, dalam bahasa Jawa dan Indonesia.. Pensiunan guru ini tetap menulis puisi dan guritan hingga sekarang. TaHun 1989 Herry dinobatakan sebagai penulis puisi paling baik versi Sanggar Minum Kopi Denpasar. Pernah juga juara 1 menulis gurit versi Sanggar Triwida Tulungagung taun 1995. Tahun 2023 lalu dapat hadiah Sutasoma (Balai Bahasa Jatim), dan 2024-nya dapat penghargaan Badan Bahasa Jakarta, atas dedikasinya menulis sastra selama 40 tahun berkarya. Kumpulan puisi sendirinya Mata Air Sunyi (Januari, 2025), dan Sajak Berdua Plus Satu, ditulis Bersama Bambang Kempling dan Pringgo HR. (Agustus, 2025). Penyair ini beralamat : Madedadi VI/36 Lamongan
SAJAK-SAJAK: SUHARMONO K
Suharmono K.
BELAJAR MENCINTAI-MU
belajarmencintai-Mu seperti siang dan malam datang dan pergi dalam kehidupan memberi kesempatan pada makhluk siang mengais rejeki
dan insan malam menjalankan kehidupan hakiki
belajar mencintai-Mu seperti matahari bersinar di siang hari dan rembulan memancar di malam hari berjalan meski kita tak pernah bertemu
saling mengerti saling memahami
belajarmencintai-Musepertisiangdanmalam belajar mencintai-Mu seperti sore dan pagi belajar mencintai-Mu seperti matahari
bermanfaat bagi kehidupan di muka bumi
Surabaya, 5 Januari 2025
Suharmono Kasijun
Sastrawan yang menulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Jawa) ini, lahir di Ponorogo, 19 Maret 1953. Pengarang yang pernah mendapatkan Hadiah Sastra Rancage dan Penghargaan Seni Gubernur Jawa Timur, serta dari Badan Bahasa Jakarta sebagai sastarawan 50 tahun berkarya. Doktor sastra yang pensiunan dosen Unesa ini, kini jadi dosen di Unusa Surabaya. Ia aktif di PPSJS, dan pernah dua periode menjadi ketua umum Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS). Karya sastra beliau banyak mendapatkan penghargaan, baik yang berbahasa Jawa maupun Indonesia.
SAJAK-SAJAK: AMING AMINOEDHIN
J A N J I S U N Y I
Soal janji bisa jadi berbalik arah, seperti
janji antikorupsi pidato kepala daerah
di tengah maraknya korupsi. Memang
terasa mudah berucap, sering tergelincir
saat jalan jadi pejabat. Belum setahun duduk
di kursi, sudah menumpuk milyaran rupiah.
Mulutmu harimaumu, seakan jadi semacam
tuah sakti. Berbalik arah, menjarah diri sendiri.
Harkodia hanya slogan, dan tanda tanpa makna.
Usai acara dan bicara, diri itu
harus masuk penjara sunyi.
Malam-malam panjang sendiri, hari-hari
terasa lama berlari. Lewati ruang-ucap
janji sunyi, tanpa kawan lagi.
Mojokerto, 22/01/2026 (06.52)
KAMAR MEDIKA
Pada lantai dua, kamar Teratai lima itulah
aku harus istirah. Empat hari tanpa bisa
berpuisi, dan cuaca hujan mengajak
tidur melulu. Di ruang kamar medika, serasa
tidak merdeka.
Selepas pulang merdeka, serasa hidup
jadi leluasa. Meski jalan masih terbata-bata,
terbaca indah penuh warna. Mimpi tentang puisi
seperti kutemu lagi. Meski mungkin diksi
banyak sirna ditelan rimba kata.
Di Kamar Medika itu, aku serasa bertapa
menyulam tanda-tanda tapi tak terbaca.
Barangkali semacam puisi-puisi indah, tentang
jalan hidup panjang kian bergairah.
Mojokerto, 12/01/2026 (20.27)
LANGKAH AWAL TAHUN BARU
Langkah awal tahun baru memang tak harus
jalan terburu-buru, bisa jalan landai
agar tak tergesa-gesa. Bila tergesa berjalan,
segala jadi lalai baca arti kehidupan. Berujung
lelah tubuh, lalu sangsai bisa jadi malah rubuh.
Awal tahun baru, menghitung langkah
kian hati-hati. Hari-hari berjalan tak bisa seperti
hari lalu, mimpi berkhayal jadi ambigu. Ada usia,
terasa menua menghadang laku.
Langkah awal tahun baru, jejak tapak tak harus
berhenti sejenak. Meski kecil-kecil, tapak mimpi
dibuat lagi. Tak perlu ada jeda, ketika kita
masih bisa bermimpi.
Mojokerto, 11/01/2026 (08.07)
SUARA HUJAN SORE INI
Sore teramat mendung, kota seakan
jadi murung. Ada rasa ingin pulang, tapi
ada sesuatu menghadang. Ada pedih
tak terbendung, ada rasa sedih
merasa beruntung.
Suara hujan sore ini, seperti genderang doa
ditabuh semua kawan. Agar sakit menghimpit,
segera pulang berpamitan. Ada rasa lega
barisan rasa sakit, benar- benar pamit
taklagi menjepit. Biar esok pagi, bisa
pulang melenggang.
Suara hujan sore ini bagai nyanyian doa
kawan-kawan. Terdengar suaranya sejuk,
begitu menyejukkan. Pada esok hari
bisa segera pulang.
Mojokerto, 09/01/2026 (15.22)
BIONARASI PENULIS:
Aming Aminoedhin
nama aslinya: Mohammad Amir Tohar. lahir di Ngawi, 22 Desember 1957
Alumni Fakultas Sastra, Universitas Sebelas Maret Surakarta, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (1987) ini, aktif kegiatan teater, dan pernah menyandang predikat “aktor terbaik” festival drama se-Jatim tahun 1983 dari Teater Persada Ngawi, pimpinan Mh. Iskan. Pernah pula diberi predikat sebagai Presiden Penyair Jawa Timur, oleh doktor kentrung, Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo, almarhum. Penggagas pentas, serta koordinator Malam Sastra Surabaya atau Malsasa sejak tahun 1989 hingga 2017. Lantas Malsabaru, atau Malam Sastra bagi Guru se-Jatim (2011). Menulis sastra dalam dua bahasa: Indonesia dan Jawa. Pernah mendapat penghargaan Gubernur Jawa Timur bidang Sastra (2011), Penghargaan 40 Tahun dalam Berkarya Sastra dari Badan Bahasa Jakarta (2024).
Puisinya termuat di majalah sastra Horison, majalah kebudayaan Basis, Majalah Zaman, Majalah Kartini, Gadis, serta koran Berita Buana, Merdeka, Suara Pembaruan, Pelita, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, SoloPos, Jawa Pos, Surabaya Post, Bali Post, Banarmasin Post, Sriwijaya Post, Singgalang, dll.
Pernah menjabat biro sastra DKS (Dewan Kesenian Surabaya); ketua HP-3-N (Himpunan Pengarang, Penulis, dan Penyair Nusantara) Jawa Timur; koordinator FASS (Forum Apresiasi Sastra Surabaya); sekjen PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya); penasehat Forasamo (Forum Apresiasi Sastra Mojokerto); ketua FSBS (Forum Sastra Bersama Surabaya). Aming Aminoedhin, seringkali jadi juri baca puisi dan ceramah sastra di hampir semua kota wilayah Jawa Timur. Sekarang masih ketua FSBS. Ia pensiunan di Balai Bahasa Jawa Timur, yang dulu berlokasi di Sidoarjo. Alamat rumah: Puri Mojobaru AZ-22/23 Desa Canggu, Kecamatan Jetis – Kab. Mojokerto 61352 – email: amri.mira@gmail.com atau aming.syair@gmail.com Kontaks HP 081938843908



Tidak ada komentar:
Posting Komentar